Sabtu, 27 Oktober 2012

Kemenangan hati

Kemenangan hati 


Saat Ego mengalahkan rasa
Ingin hati berontak menggapai asa
Saat amarah hanyutkan hati
Tiada yang bisa meredam emosi

Ego, amarah dan emosi
Semua menyatu mengalahkan nurani
Hati merintih menangisi semuai ini
Ya Illahi……ampunilah dosa – dosaku ini

Tangis itu menggugah asa di hati
Sudah saatnya aku mendekatkan diri
Menjaukan hari dari ego dan emosi
Karena ego itu aku terjatuh di kubangan dosa
Yang aku sendiri tak pernah tau jalan keluarnya
Karena emosi itu aku terpisah dari kedamain hati

Saatnya tiba meraih kemenangan hati
Ya Illahi tuntunlah hamba-Mu ini……
Agar kemengan murni bisa ku miliki
Agar aku keluar dari rangkaian dosa yang t’lah aku buat
Agar hati kembali ke rangkaian yang fitri
Bersama kemenangan hati
Ditemani maaf yang tulus dari lubuk hati
Kepada semua yang tersakiti dan menyakiti

Masjid Tiban DI Malang - Jawa Timur


Membuktikan Masjid Ajaib Di Turen Malang



Masjid Misteri, Masjid Heboh, benarkah ini Masjid Tiban? …
Sebuah bangunan komplek yang terdiri dari Pondok Pesantren dan Masjid yang terletak di Desa Sanan Rejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini sekitar tahun 2008 yang lalu tiba-tiba menghebohkan. Konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar, dan menurut mitos dibangun oleh jin dalam waktu hanya semalam.
Namun faktanya cerita Masjid Ajaib itu bukan cerita bohong, tapi nyata keberadaannya dan memberi banyak manfaat pada warga sekitar dan umat Islam, khususnya sebagai syiar agama Islam. Maksudnya kalau ceritanya boleh bohong, tapi komplek pondok pesantren dan Masjid itu benar-benar nyata, meskipun memang sedikit misteri, coba Anda bayangkan bangunan bertingkat 10 semegah itu dibangun tanpa alat berat / alat modern, semua serba manual pakai tenaga manusia yaitu para santri pondok'an.

Adalah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa Romo Kiai Ahmad. Bangunan utama pondok dan masjid tersebut sudah mencapai 10 lantai, tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para Santri Pondok'an, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang di kelola oleh para Santriwati (Santri Wanita), berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih dan sebagainya.

Tepatnya pada tanggal 25 Maret 2012 yang lalu saya dan keluarga berwisata religi ke Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Tiban / Masjid Misteri yang menghebohkan hingga beritanya tersebar kemana-mana, dari cerita itulah saya bersama anak istri ditemani adik ingin membuktikan keberadaan masjid yang selama ini hanya saya dengar ceritanya dari mulut ke mulut, Sesampai dilokasi tidak habis-habisnya saya memuji kemegahan masjid tersebut, arsitekturnya begitu mengundang decak kagum kepada semua pengunjung. Selama berkeliling hingga tingkat 10, sama sekali tidak merasa capek, mungkin karena ornamen bangunan yang saya lihat sangat memukau nan Indah di pandang mata.

Benar-benar merupakan keajaiban tersendiri mengingat bangunan tersebut hanya dikerjakan secara manual oleh para Santri tanpa menggunakan alat berat hingga mencapai tingkat sepuluh, dan yang mengherankan lagi ternyata pembangunan Pondok pesantren itu tepatnya tanpa seorang arsitek dan tanpa blueprint. Saya tidak bisa bercerita panjang lebar, bagi yang ingin membuktikan keberadaan bangunan tersebut silahkan berwisata religi dan datang langsung ke lokasi yang terletak di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Yang ingin sekedar melihat videonya silahkan putar dibawah ini, hasil rekaman saya sendiri hanya dengan menggunakan kamera digital 14 Megapixel, …. Hasilnya lumayan dan harap dimaklumi karena masih amatir dalam mengambil gambar, terkadang goyang karena ditabrak-tabrak pengunjung lain.